Selasa, 28 Maret 2017

Lomba Puisi Matematika HIMASTIK 2017 "Cintah Tanah Air"

No. Peserta 03

Tiada Limit Tanah Tercinta
(karya: Elsa Nadila, 2015)

Ketika masa kelam Monoton Naik
Tanah ini tetap kokoh dengan Deretan pejuang hebat
Gempuran dari Co-Domain membentuk Diagonal yang saling berpotongan
Namun semua itu tidak membuat Diferensial semangat ini

Ku mainkan Logika pemikiran
Untuk membentuk FPB dari setiap Variabel
Kobaran semangat tersebar secara Bernoulli
Sambung menyambung melewati Jembatan Konisberg

Volume tanah ini tetap membentuk Aksioma kehidupan
Tanpa Limit ...
Tanpa Penurunan Monoton ...
Tanpa Differensial ...

Akhirnya terbentuklah Relasi perjanjian
Dan bangkitlah nilai Determinan kehidupan bangsa terhadap tanah tercinta
Berjayalah Tanah Air ku
Bagaikan Sinus dan Cosinus dalam membentuk Tangensial



Ayooo dukung puisi jagoanmu dengan cara memberi komentar di bawah yaaaa ^_^
#HIMASTIKBerBaGi

9 komentar:

  1. Muchammad Soffa:

    BERSANDAR

    Malam ini ku sendiri lagi
    Tiada teman yang menemani
    Hanya angin malam berayun lembut....
    Menghantarkan aku masa silam....

    Kenangn bersamamu sulit kulupa....
    Hanya sebentar memang....
    Sepintas mungkin tak berarti...
    Bagiku selintas cukup tuk mengenalmu...

    Tatapan matamu tak pernah ku lupa....
    Bening dan sejuk..
    Ku ingin berenang lebih lama..
    Sayang bujur sangkar membatasi kita....

    Indahnya diagoanal yang engkau lukis....
    Seindah dirimu waktu memandang....
    Ku ingin diagonal ruang...
    Lebih indah dari di agonal bidang....

    Gelombang yyang engkau cipta.
    Menghayutkan anganku tuk menepi....
    Bersandar pada rusuk bujur sangkar......
    Berjajar rapi membentuk harga mutlak......

    Sedih rasanya ku tak bisa bersamamu.....
    Impian yang lama terpendam kandas......
    Di terjang badai cinta cinta segi gita.....
    Ku hanya mampu berdoa semoga engakau bahagia bersamany

    BalasHapus